Analisis Dampak Ekonomi dan Sosial Kebakaran Hutan di Indonesia

Syafrul Yunardi, Nuzul Achjar

Abstract


Kebakaran hutan yang selalu berulang setiap tahun selama dua dekade terakhir ini menimbulkan kerugian yang tidak sedikit mengingat sumber daya hutan memiliki keterkaitan yang erat dengan kinerja perekonomian, kualitas ekologi, dan ketergantungan sosial. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui besar dampak ekonomi dan sosial yang timbul akibat kebakaran hutan dan mengidentifikasi jalur-jalur utama pengaruh kebakaran hutan di Indonesia terhadap output, faktor produksi, dan institusi (rumah tangga, perusahaan dan pemerintah). Penelitian ini menggunakan metoda penghitungan SNSE atau social accounting matrix (SAM) untuk menghitung nilai penurunan pendapatan (economic loss), dan structural path analysis (SPA) untuk menjelaskanjalur keterkaitan antar sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap hektar areal hutan yang terbakar di Indonesia menimbulkan dampak berupa penurunan pendapatan total sebesar 269 juta rupiah. Secara sosial, rumah tangga adalah kelompok institusi yang mengalami penurunan pendapatan paling besar dibanding pemerintah dan di sektor perusahaan. Penurunan terbesar dalam output terjadi pada kegiatan di sektor kehutanan, industri, dan perdagangan. Pada kelompok faktor produksi, tenaga kerja pertanian di perdesaan mengalami kerugian paling besar di antara kelompok tenaga kerja lainnya. Penurunan modal paling besar dialami sektor swasta dalam negeri. Secara struktural, ada jalur keterkaitan yang erat antara sektor kehutanan dengan sektor-sektor yang berbasiskan pertanian di perdesaan. Besaran nilai dampak ekonomi dan sosial akibat kebakaran hutan yang dihasilkan oleh penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan besaran ganti rugi minimum yang dikenakan kepada pelaku penyebab kebakaran hutan dan sebagai acuan dalam perencanaan alokasi anggaran baik untuk pemerintah maupun perusahaan untuk pengendalian kebakaran hutan.

Keywords


kebakaran hutan; sistem neraca sosial ekonomi; structural path analysis; dampak

Full Text:

PDF

References


Bappenas (1995), Causes, Extent and Cost fo the 1997/98 Fires and Drought:Summary of Phase 1, Asian Development Bank TA 299-INO July 98 - March 1999 :Planning fot Fire Prevention and Drought Management Project, Jakarta.

FWI/GFW (Forest Watch Indonesia) (2001), "Potret Keadaan Hutan Indonesia" Forest Watch Indonesia, Bogor.

KMLH dan UNDP (1998), Kebakaran Hutan dan lahan diIndonesia:Dampak,Faktor dan Evaluasi, Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan United Nation Development Programme, Jakarta.

KMNLH dan UNDP, (1998) Ringkasan Eksekutif Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia, Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan United nation Development Programme, Jakarta.

PPFSEA (2003),Convicting Forest and land Fire Offences : A Case Study of the Legal Process in Riau Indonesia, Project Fire Fight South East Asia (PPFSEA), Indonesia.

Pyatt, Graham danJeffery I. Round (1990), "Accounting and Fixed-Price Multiplier in a Social Accounting Matrix Framework," dalam Graham Pyatt dan Jeffery I. Round (ed), Social Accounting Matrices: A Basic for Planning, The World Bank,Washington DC.

Thorbecke, Erick (1988), "The Social Accounting Matix and Consistency-Type Planning Models"dalamGraham Pyatt and Jeffery I. Round (e), Social Accounting Matrices:A Basic for Planning, The World Bank, Washington DC.

Vitalaya, Aida (2004), "Kemiskinan masyarakat Sekitar Hutan" Makalah pada Sarasehan dan Kongres LEI Menuju CBO, Sertifikasi di Simpang Jalan: Politik Perdagangan, Kelestarian dan Pemberantasan Kemiskinan, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.21002/jke.v1i1.8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats